10 Tips Wawancara Kerja yang Mudah Dilakukan, Kamu Pasti Diterima!

Wawancara kerja masih sering menjadi trending topic di antara jobseeker. Gimana nggak, jumlah pengangguran di Indonesia cukup tinggi, dan keinginan untuk bekerja di sebuah perusahaan masih menjadi favorit para jobseeker.

Meskipun demikian, banyak jobseeker yang mengaku masih gugup, takut, saat menghadapi wawancara kerja. Parahnya, ketika dilanda bumbu perasaan tersebut mereka malah melakukan hal-hal yang menurunkan nilai jual diri sendiri saat berada di depan HRD.

Nah, Sob…mulai sekarang, siapa pun yang baca artikel ini jamin deh bakal laku keras di lapak pencari kerja. Kok bisa? Iya, asal dipraktekkan dengan benar yak.

Wawancara Kerja

1. Persiapkan CV mu dengan benar.

Penilaian pertama-mu akan dilakukan melalui CV dan penampilan saat interview.

Sudah tahu apa itu CV kan? CV adalah curriculum vitae. Merupakan senjata para jobseeker untuk menjual diri. Saat ini banyak sekali tersedia template CV yang mudah untuk kamu gunakan. Tentu saja tidak ada salahnya untuk mencoba dan memilih bentuk CV yang paling sesuai dengan kepribadianmu.

Bikin CV yang bener kayak gimana dong? Ya, standar aja sih yang penting mudah untuk dibaca dan dipahami. Seringkali saya menemukan CV yang sangat bagus, tetapi tidak mencantumkan nomor telephone yang bisa dihubungi. Kemudian ada CV yang udah bagus banget tapi kurang menampilkan pengalaman kerja yang dimiliki. So, CV hitam putih, standar, jika jelas dan detail masih lebih menarik dari pada CV warna-warni yang kurang mencantumkan informasi secara lengkap.

Jika CV sudah lengkap, diatur dengan rapi, kelengkapan pendamping sudah disertakan, sekarang saatnya mengarah ke penampilan saat interview. Nggak perlu terlalu heboh, sesuaikan dengan posisi yang sedang kamu lamar. Jika kamu melamar di bank, marketing, sales, tentu saja penampilan itu WAJIB. Cewek-cewek harus pake make-up yang good looking, rambut di atur rapi, pakaian se-sopan mungkin. Cowok-cowok rambut bisa di sisir rapi, jambang di rapikan, wangi.

2. Wawancara kerja itu bukan menilai kamu baik atau buruk.

Wawancara kerja itu ngobrol, menawarkan diri, memasarkan diri, menjual diri. Jadi rubah mindset mu mulai sekarang!

Banyak banget jobseeker yang gugup saat menjalani interview kerja. Saya seringkali merasa heran kenapa gugup ya? Bahkan saat saya sudah mengatakan “kita ngobrol-ngobrol aja ya seputar diri kamu, dan pengalaman kerja kamu.” Itupun mereka masih terlihat gugup.

Rubah mindset, tidak ada yang ditakutkan selama proses wawancara berlangsung. Menjawab pertanyaan HRD secara jujur bukan sebuah tindakan criminal. Para HRD hanya ingin mencari tahu apakah orang yang mereka rekrut nantinya adalah orang yang tepat atau bukan. Ibarat kamu membeli sepatu, pasti akan memilih sepatu yang pas.

Nggak kebesaran, nggak kekecilan, warna dan model yang cocok. Bahkan seringkali juga dibantu oleh tim toko mereka merekomendasikan model dan brand yang mana. Proses tersebut sama persis yang terjadi dalam proses rekruitmen. Makanya, mulai sekarang tidak perlu ragu untuk jual dirimu!

3. Bekali diri dengan wawasan posisi jabatan yang kamu apply.

Kesalahan utama yang sering dilakukan oleh jobseeker adalah asal ngelamar. Hasilnya adalah mereka tidak memiliki wawasan cukup mengenai posisi ynag dilamar, sehingga terlihat kurang menjual saat menjalani interview dengan HRD.

Misalnya meskipun lowongan sales, marketing, sangat banyak dibutuhkan di luar sana, bukan berarti kamu pukul sama rata. Setiap perusahaan pasti memiliki ciri tersendiri untuk posisi sales dan marketing tersebut. Sehingga tidak ada salahnya untuk mencari informasi terlebih dahulu.

4. Memikat HRD dengan menjawab pertanyaan dengan jelas dan detail.

Namanya interview, tentu prinsipnya adalah ngobrol. Sehingga supaya obrolan dapat berlangsung, jawablah pertanyaan HRD dengan jelas dan detail. Bukan dengan jawaban ya atau tidak. Mereka akan sangat terbantu apabila memperoleh kandidat yang sangat kooperatif dan komunikatif dalam memberikan penjelasan. Tidak perlu menanyakan beberapa kali semua sudah langsung dapat kamu jelaskan secara detail.

5. Lakukan perkenalan diri dengan menceritakan hal-hal di luar CV.

Kesalahan lain yang sering terjadi dan sering membuat saya bosan ketika melakukan wawacara adalah saat saya meminta kandidat untuk memperkenalkan diri, mereka menyebutkan hal-hal yang ada di dalam CV. Apa menariknya? HRD juga bisa baca. Hindari hal itu mulai dari sekarang! Ceritakan hal-hal yang belum kamu tuliskan di CV.

Misalnya pengalaman kerja, kamu belajar apa aja, kesan diperusahaan sebelumnya, hobby kamu apa, kelebihan dan kekuranganmu seperti apa, dan sebagainya. Eksplore dirimu, kenali dirimu, semakin kamu nyaman dengan dirimu, maka semakin mudah kamu memperoleh pekerjaan.

6. Ceritakan hal menantang, kesulitan, prestasi di pengalaman kerja sebelumnya.

Pikat HRD dengan kegigihan mu dalam berjuang untuk bekerja. Kamu bisa menceritakan kesulitan saat berada di tempat kerja sebelum, prestasi apa, kendala yang seperti apa, solusi yang kamu berikan. Oiya, pastikan ceritakan dengan jujur ya, karena sekalipun kamu menceritakan pengalaman orang lain HRD akan tahu kalau itu bukan pengalamanmu sendiri.

Kalau freshgraduate gimana dong? Nah, kamu bisa menceritakan perjuangan selama sekolah, punya prestasi apa aja, kesulitan selama sekolah apa, ikut organisasi atau ekstrakulikuler apa, dan masih banyak hal lain yang dapat diceritakan.

7. Jangan bicara gaji sebelum ada lampu hijau dari HRD.

Di akhir sesi wawancara, beberapa HRD akan menyebutkan “apakah ada pertanyaan?” dan seringkali yang terjadi beberapa kandidat menggunakan kesempatan tersebut untuk menanyakan gaji. Itu akan memunculkan pikiran “belum apa-apa kok udah nanya gaji”. Hindari, karena sesi pertanyaan seputar gaji akan ada porsinya tersendiri.

8. Pengalaman kerja sebelumnya, mendukung posisi jabatan yang kamu apply sekarang.

Memang ada baiknya untuk apply posisi yang sesuai dengan pengalaman kerja sebelumnya. Namun bukan berarti kamu tidak boleh melamar posisi lain ya. Hanya saja saat interview kamu harus bisa menjelaskan kenapa kamu ingin mencoba posisi baru di luar pengalamanmu sebelumnya. Yakinkan HRD bahwa kamu nanti mampu mengejar ketinggalan dan dapat menyesuaikan diri dengan segera.

9. Jaga emosi, lakukan control diri dengan baik saat melakukan wawancara.

Tidak jarang HRD akan memancing emosi mu.

Selama interview, jangan mudah terpancing ya. Ada banyak cara yang dilakukan HRD untuk mengetahui ambang batas kandidat yang akan direkrut. Fungsinya apa? Banyak banget fungsinya, salah satunya adalah supaya tidak merekrut orang yang memiliki potensi konflik, emosi tidak stabil. Karena hal tersebut bisa mengganggu keharmonisan di lingkungan kerja.

10. Ucapkan terimakasih di akhir sesi, dan tersenyumlah.

Kamu sudah menjalani interview hari ini dengan baik.

Di sesi terakhir interview, jangan lupa berpamitan dan ucapkan terimakasih kepada HRD sebagai salah satu bentuk saling menghargai. Tidak perlu memikirkan terlalu mendalam hasil interview yang sudah kamu jalani, karena ketika kamu melakukan terbaik, melewati proses dengan baik tentu akan memperoleh hasil yang baik juga.

Tetap berusaha, tidak perlu menilai buruk saat kamu masih belum diterima di perusahaan, karena banyak sekali lapangan kerja di luar sana yang belum kamu coba. Filosofi belanja, kalau masih belum diterima, berarti sepatu yang kamu pilih masih belum cocok. Bukan berarti sepatu tersebut buruk, tetapi memang belum cocok. Setiap manusia itu unik, kenali dirimu, dan jual dirimu! Semoga sukses!

Kamu mungkin juga suka :

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.