11 Pilihan Pekerjaan Untuk Lulusan Psikologi

11 Pilihan Pekerjaan Untuk Lulusan Psikologi | Lulusan Psikologi ternyata tidak kalah dengan lulusan jurusan lain seperti teknik. Meskipun demikian, banyak sekali rekan-rekan bahkan di antara sobat Glidik yang merasa hilang arah saat menempuh pendidikan di jurusan Psikologi.

Saya pribadi memahami kenapa banyak yang merasa kebingungan. Hal ini dikarenakan ilmu Psikologi adalah ilmu yang cukup kompleks.

Mempelajari manusia, jiwa manusia, dan lingkungan manusia. Selain itu, di dalam Ilmu Psikologi kamu juga akan mempelajari metode perhitungan seperti statistik yang bertujuan untuk menghitung keakuratan sebuah alat tes sehingga dapat mengukur secara tepat.

Ilmu Psikologi memang tampak sangat abstrak, apalagi bagi kamu yang kurang memiliki minat di bidang sosial dan science. Saat mempelajari manusia, jiwa, dibutuhkan penelitian sehingga berhubungan dengan science. Namun berbeda saat mempelajari dinamika manusia, dibutuhkan pendekatan sosial.

Oleh karena itu, saat menempuh pendidikan di jurusan Psikologi dibutuhkan kemampuan penyesuaian diri yang tepat sehingga kamu dapat memberikan hasil yang optimal. Cukup menantang bukan menempuh pendidikan di jurusan Psikologi?

Baca juga : 10 Pilihan Pekerjaan Untuk Lulusan Kimia Dengan Gaji Yang Menjanjikan

Nah, supaya sobat Glidik juga tidak hilang arah semakin parah, maka pada postingan ini saya akan bercerita tentang pilihan pekerjaan buat sobat Glidik.

Lulusan Psikologi

1. HRD Perusahaan

Bekerja sebagai HRD di sebuah perusahaan tentu saja harus memiliki keterampilan untuk melakukan negosiasi sekaligus memiliki mental yang kuat. HRD di sebuah perusahaan ada beberapa macam mulai dari yang khusus menangani rekruitmen, training, dan pengembangan organisasi.

Bahkan saat berhadapan dengan pihak terkait, seorang HRD harus pandai-pandai memilah hal mana yang dapat dipenuhi dan hal mana yang masih harus ditangguhkan. Selain itu juga perlu memikirkan resiko yang akan dihadapi hingga solusi yang dapat diberikan sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kita masih dapat menjaga nama perusahaan dan melindungi diri kita.

Sebagai seorang HRD di sebuah perusahaan, pengetahuan seputar proses rekruitmen, organisasi, hingga bagaimana menempatkan diri saat berhadapan dengan karakter orang yang unik. Kalau mengenai gaji, tentu ada jenjang karir. Biasanya di awal karir kamu akan memperoleh gaji sekitar UMK yang ada di daerahmu.

2. Psikolog Klinis

Psikolog Klinis merupakan profesi yang memiliki hubungan dekat dengan kondisi jiwa manusia. Biasanya Psikolog Klinis dapat kamu temukan di rumah sakit umum maupun rumah sakit jiwa. Psikolog Klinis bukanlah seorang dokter, Psikolog Klinis merupakan seorang praktisi Psikolog di bidang Klinis.

Untuk menjadi seorang Psikolog Klinis kamu harus mengenyam pendidikan magister profesi terlebih dahulu. Nah, bedanya apa dong sama dokter? Dokter yang menangani kejiwaan manusia adalah dokter jiwa, dalam istilah kesehatan disebut dengan Psikiater. Perbedaan dengan Psikolog Klinis adalah dari metode pengobatan yang dilakukan.

Jika Psikiater menggunakan metode konseling dan pemberian resep obat, maka Psikolog Klinis hanya mengandalkan metode konseling. Tanggung jawab seorang Psikolog Klinis cukup besar, hal ini dikarenakan apa yang dikerjakan efeknya tidak akan langsung terlihat, namun efeknya dapat terjadi setelah beberapa waktu. Berbeda tentu dengan seorang dokter yang memberikan resep obat

3. Psikolog Anak

Psikolog Anak merupakan seorang psikolog yang fokus pada usia perkembangan anak-anak. Meskipun seorang anak-anak, bukan berarti mereka tidak memiliki masalah. Psikolog Anak membantu orangtua untuk memahami apa yang dihadapi oleh anak mereka. Namanya juga anak, seringkali sulit untuk dipahami.

Nah point utama keahlian yang dibutuhkan oleh seorang Psikolog Anak adalah kemampuan untuk menjalin kedekatan dengan individu usia anak-anak. Karena untuk menangani sebuah kasus, dibutuhkan ketekunan dan keuletan baik dalam mengumpulkan data di awal maupun saat proses penyelesaian masalah dimulai.

4. Psikolog Perkembangan

Psikolog Perkembangan merupakan seorang psikolog yang khusus menangani masalah perkembangan. Nah, pada psikolog perkembangan terbagi berdasarkan rentang usia tertentu. Mulai dari anak hingga kelompok usia lanjut. Perkembangan ada berabagai macam hambatan seperti tingkah laku seseorang.

Mengapa usia sudah remaja tetapi masih seperti anak-anak. Mengapa seorang anak yang sudah bersekolah masih mengalami kesulitan untuk membaca. Mengapa seorang anak tidak bisa mejalin relasi sosial dengan lingkungan sekitarnya, dan sebagainya. Hampir sama dengan seorang Psikolog Anak, seorang Psikolog Perkembangan harus benar-benar tekun dan ulet dalam menangani kasus, sehingga data yang diperoleh benar-benar dapat diintegrasikan secara matang hingga memperoleh solusi yang tepat.

5. Marketing Communication

Siapa bilang lulusan Psikologi nggak bisa jadi marketing? Kalau passion kamu adalah menangani hal-hal yang berhubungan dengan promosi, strategi penjualan, dan sebagainya tidak ada salahanya kamu mencoba bekerja sebagai Marketing Communication di sebuah perusahaan.

Pada perusahaan yang menghasilkan produk jadi, mereka banyak membuka peluang Marketing Communication. Apa saja tugasnya? Banyak banget, mulai dari menyusun strategi bagaimana sebuah produk baru bisa diterima oleh masyarakat, mengadakan event yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan suatu produk, dan sebagainya.

Keterampilan yang diperlukan pada profesi ini adalah negosiasi, komunikasi, dan minat untuk menjalin relasi dengan orang baru. Di posisi Marketing Communication akan membuatmu banyak bertemu dengan orang baru.

6. Media Iklan

Media iklan bukan hanya profesi untuk kamu yang lulusan visual media atau komunikasi saja, tetapi lulusan Psikologi juga bisa ikut berkarir di profesi ini. Dalam profesi ini kamu perlu berpikir tentang bagaimana sebuah iklan dapat mempengaruhi pengambilan keputusan calon customer.

Sehingga mereka memutuskan untuk membeli produkmu. Mulai dari petimbangan perilaku konsumen, warna iklan, jalan cerita iklan, semua harus kamu pertimbangkan sehingga iklan tersebut secara efektif menyampaikan informasi yang diharapkan.

7. Freelance HR Consultant

Beberapa perusahaan membutuhkan pemenuhan karyawan secara cepat. Selain itu mereka juga membutuhkan beberapa sistem yang dibutuhkan oleh perusahaan secara cepat, sehingga atas kebutuhan tersebutlah mengapa jasa seorang HR Consultant dibutuhkan.

Secara umum memang kamu harus menempuh pendidikan Magister Profesi terlebih dahulu, khususnya mayoring Psikologi Industri Organisasi maupun Psikologi Pendidikan.

Namun bagi kamu yang lulusan sarjana Psikologi tidak perlu berkecil hati, kamu juga memiliki peluang untuk berkarir di pekerjaan ini. Namun memang pekerjaan ini sangat mengandalkan luasnya networking yang kamu miliki. Jasa HR Consultant ada bermacam-macam, mulai dari rekruitmen, pengembangan organisasi, training, dan sebagainya.

8. Terapis

Mungkin sobat Glidik pernah mendengar sebutan terapis, dimana sangat berkaitan erat dengan Anak Berkebutuhan Khusus seperti Authis, Hiperaktif, dan sebagainya. Tugas terapis cukup berat, tetapi bagi sobat Glidik yang memiliki jiwa sosial cukup tinggi dapat menikmati kegiatan untuk merawat klien-klien yang membutuhkan.

Seorang terapis harus mengerti dan memahami metode efektif yang dapat digunakan untuk menangani permasalahan seperti terapi motorik, terapi bicara, dan sebagainya.

9. Tenaga pengajar

Berkarir sebagai tenaga pengajar juga menyenangkan. Kamu bisa memulai dari guru TK hingga dosen di perguruan tinggi. Berkarir sebagai tenaga pengajar tentu saja merupakan kontrak belajar seumur hidup. Kamu harus terus melakukan peningkatan pengetahuan yang kamu miliki agar tidak tertinggal.

Ilmu selalu berkembang, baik dari segi wawasan terkait dengan teori maupun yang berkaitan dengan keterampilan dalam mengkondisikan peserta didik. Selain itu, menjadi tenaga pengajar kamu juga memiliki kesempatan untuk melakukan penelitian.

10. Research and Development

Dalam hal Research and Development, sangat berkaitan erat dengan ergonomi. Sobat Glidik pernah mendengar istilah ergonomi pasti memahami betapa pentingnya ilmu ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Yap, ilmu ergonomi membantu kita untuk mempermudah aktivitas dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Meskipun lahan pekerjaan ini adalah miliki lulusan Teknik Industri, namun lulusan Psikologi juga bisa berkarir di bidang ini. Untuk memberikan pertimbangan bagaimana kenyamanan dan keindahan dapat bersatu padu dan dapat mengurangi stress kerja.

11. Peneliti

Menjadi seorang peneliti terkait dengan perilaku manusia cukup menyenangkan. Ada banyak hal yang dapat diteliti mulai dari motivasi, stress kerja, kemampuan adaptasi, hubungan sosial antar kelompok, bahkan hal-hal seperti pengaruh kepemimpinan merupakan fenomena yang menarik. Seperti pemilihan presiden yang akan berlangsung, jika kamu seorang peneliti, pasti akan menemukan banyak fenomena yang dapat dijadikan sebagai bahan penelitian.

Well, sobat Glidik sampai juga di penghujung artikel yak. 11 pilihan pekerjaan untuk lulusan Psikologi semoga dapat menginspirasi kalian ya. Sehingga ketika masuk di jurusan Psikologi, meskipun bukan pilihan yang pertama, tidak merasa tersesat. Sukses untuk kita semua…

Kamu mungkin juga suka :

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.