6 Cara Mengatur Keuanganmu Agar Tetap Aman

Bagi Sobat Glidik yang sudah bekerja, sudah dapat penghasilan tetap setiap bulan, tetapi ngerasa penghasilan cuman lewat aja. Ada banyak hal yang menyebabkan hal tersebut, tentu saja kita harus mengenali dibagian mana kebocoran aliran uang ini sampai kita tidak bisa menyisihkan sejumlah nominal tersebut bahkan minus.

Pada artikel kali ini, saya akan berfokus pada gaya hidup seorang karyawan yang tentu saja berbahaya bagi kondisi keuangan masing-masing.

Finansial Karyawan

1. Terlalu banyak jajan dan nongkrong

Jangan sepelekan jajan dan nongkrong karena dua kegiatan tersebut dapat menyedot uangmu secara perlahan namun pasti. Jajan sih cuman yang murah-murah aja, begitu juga nongkrong. Nggak ke coffee shop mahal sih, cuman ke warung kopi biasa tapi duit kok bisa abis ya? Nggak berasa kok jamin.

Tiba-tiba sekali di satu tempat warkop udah habis 50 ribu aja. Kan lumayan juga itu kalau dalam waktu sebulan kalian nongkrong dan jajan selama 4 kali, bahkan kalau jajan aja bisa berkali-kali dalam sebulan. Jadi biasakan untuk mengenyangkan perut dengan makan. Buat post keuangan tersendiri untuk kegiatan jajan dan nongkrong agar tidak melebihi budget yang telah ditetapkan.

2. Mengajukan kredit kendaraan bermotor tanpa memperhitungkan secara matang

Nah, saya masih inget banget pada waktu awal-awal keluar sepeda motor sport ala-ala valentine rossi, buanyak banget deh karyawan terutama sekelas operator pabrik udah berlomba-lomba untuk beli. Awal saya heran kenapa ya mereka kok pada kredit motor sport gitu, padahal juga sepeda motor bebek udah cukup mengarungi jalanan.

Mana mereka yang beli motor sport itu rumahnya juga deket banget sama pabrik. So, berarti bisa disimpulkan bahwa mereka membeli motor tersebut bukan untuk kebutuhan utama ya, tetapi sebagai pelengkap kebutuhan life style. Dan lucunya nih sobat Glidik, pada masa awal sepeda motor sport tersebut, angka lemburan di pabrik tempat saya bekerja juga cukup tinggi.

Dari semula mereka ogah-ogah lembur, sekarang jadi semangat lembur. Fenomena apa ya ini sobat Glidik?

3. Terlalu mudah terpikat pada make up, fashion, dan barang elektronik

Jangan dikira ketiga bidang yang saya sebutkan tersebut berlaku hanya untuk perempuan saja. Laki-laki pun sekarang banyak banget lho yang sangat memperhatikan make up, fashion, dan barang elektronik. Contoh biasanya dulu waktu gaji masih standar, kamu menggunakan baju tanpa merk atau yang biasa diobral.

Tetapi saat gaji udah mulai meningkat, kamu mulai melirik toko-toko yang menjual baju mahal. Jam tangan kalau dulu duit 50 – 100 ribu cukup, sekarang paling nggak 500 ribu – 1 juta bahkan lebih. Bahkan demikian, kalau dulu cuman beli sandal japit murahan, sekarang kudu pake crocs atau merk yang lebih yahud harganya.

Sedihnya sih, saat di dalam lemari dan rak sepatu kalian ternyata masih banyak banget barang-barang bagus. Akhirnya bingung deh mau disimpen dimana. Lumayan lho sobat Glidik, kalau misal dihitung cost yang udah kalian keluarin buat make up, fashion, dan barang elektronik itu dihitung.

Gimana, masih berani menghitung dalam sebulan kira-kira berapa duit yang sobat habiskan untuk membeli make up, fashion, dan barang elektronik?

4. Melakukan investasi tanpa perhitungan matang

Nah, untuk yang satu ini, pada dasarnya niat awal baik, yaitu investasi. Tetapi permasalahan yang perlu disoroti adalah kamu masih belum melakukan perhitungan secara matang. Mulai dari manfaat, keamanan, keuntungan, kemudahan pencairan, jangka waktu, dan sebagainya.

Hingga pada akhirnya, tanpa pertimbangan tersebut kamu terjebak ke dalam investasi bodong. Lalu bagaimana cara agar tidak terjebak dalam investasi bodong? Ada banyak cara yang dapat sobat Glidik lakukan, salah satunya adalah dengan menjalankan 6 ide investasi untuk karyawan dengan modal kecil.

Dengan menerapkan ide tersebut, kamu bisa mulai melatih diri untuk cerdas berinvestasi sebelum menggunakan nominal modal yang lebih besar.

5. Kurang terampil dalam menyusun skala prioritas keuangan

Siapa bilang menyusun skala prioritas cuman dalam ranah pekerjaan saja? Dalam mengatur keuangan juga membutuhkan skala prioritas juga, karena mau tidak mau, suka tidak suka, uang yang sudah kita peroleh pasti akan kita gunakan untuk mencukupi kebutuhan kita.

Nah, supaya kita merasa tetap dalam kondisi keuangan yang aman, pastikan saat awal bulan terima gaji, kalian sudah membuat pos keuangan secara tepat. Misal nih, pos keuangan utama adalah makan 1 bulan, bayar kos, dan cicilan yang berhubungan dengan perbankan. Setelah itu jika ada sisa, bagi lagi nih untuk dana darurat, kirim ke orang tua, sedekah, dan sebagainya.

Jadi dengan pos keuangan yang jelas, sobat Glidik nggak akan merasa kehabisan uang untuk kebutuhan utama.

6. Terlalu banyak tidak masuk kerja

Nah, kalau yang satu ini memang beneran ngaruh sobat Glidik. Kecuali dalam kondisi sakit dan ada surat dokternya ya, tentu upah harian kalian akan tetap aman. Tetapi kalau untuk urusan ijin dan alpha tentu saja akan beda urusan.

So, kalau ingin liburan ke luar kota, sebisa mungkin jangan korbankan hari kerja kecuali kalian sudah memiliki cuti. Jika memang terpaksa harus mengorbankan hari kerja, usahakan untuk kepentingan yang benar-benar worth it atau kalian sudah memiliki sumber pendapatan lain yang dapat mengurangi potongan gaji sesuai dengan jumlah hari ijin yang sudah kalian lakukan.

Nah sobat Glidik, tuntas sudah artikel kali ini. Semoga bisa terus menginspirasi sobat Glidik untuk tetap bekerja dengan giat dan bertanggung jawab. Semoga juga sobat Glidik selalu dalam kondisi keuangan yang sehat, stabil, dan terus berkembang amin…sukses terus ya guys….

Kamu mungkin juga suka :

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.